Malam dan Kamu
Malam belum cukup tua
Kau raih lembut tanganku
Melangkah perlahan
Mengikuti alunan air sepanjang Riverside
Tak peduli pada keramaian
Teriak burung camar dan debur riak yang pecah
di sudut-sudut rivercab biru itu
membentuk sebuah instrumen indah yang syahdu
Mengiringi langkah kita perlahan
Gemuruh air menggelitik seluruh dinding cintaku
Angin pun mulai menusuk-nusuk sendi
Kubersandar di sisi lenganmu
"Dingin...."
Kamu tersenyum
Mengecup keningku lembut
Dan hangatmu membias ke dalam tubuhku
Malam belum terlalu tua
dan kamu...
tak pernah usai memberiku cinta...
20070707
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar