gemercik suara air yang mengalir di ujung-ujung jemariku
menyentuh dingin, menambah suara sepi dalam kalbu
di mana kamu?
lentiknya jemari peri-peri kecil yang meniupkan angin di telinga
menusuk dingin, alirkan getar rindu yang meraja
di mana kamu?
sungguh aku bosan menanti
sungguh aku jemu menunggu
duduk termenung menghitung jalannya waktu
tanpa harap
tanpa kemungkinan
dan tiada seekorpun burung terbang menuju cakrawala
(di mana kamu?)
20070707
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar