Kekasih
Aku kabarkan berita. Kalah
Setelah waktu menjadi candu
dan satu-satu jatuh. Pasrah
Sungguh. Langkah kaki tak pernah letih
sedang detik mendesak menit mendorong jam menyibak hari menembus
minggu melewati bulan mencapai tahun menggapai abad.
Menggelepar-gelepar ditelan warna yang tak pernah kumengerti. Dalam
makna kukejar-kejar rindu yang datang dan senantiasa pergi lagi.
Kekasih
adalah jerat mengikat hasrat
dan aku tak bisa mengejar waktu yang melesat. Mataku menatap kedalam
malam pekat: Penuh
sayatan demi sayatan. Semua mendekat. Mendekat. Mendekat.
Ya, aku duduk membaca kata-kata yang berjalan di trotoir lengang.
Hanya kata-kata menggaung di antara tembok-tembok resah. Hanya
kata-kata yang meramu kalimat, menjebak alinea dan menyodok gagasan ke
dalam pusaran-pusaran pikiran – Sungguh, Kekasih!
Aku kalah dalam setiap kisah
Kekasih,
rindu itu semakin memburu – tak ada kata-kata yang dapat mengisahkan
rasa ini – Pikiran pun tersumbat dalam aliran waktu – Sungguh!
Kalau pun malam kuhabiskan untuk menangkap sisa-sisa kenangan, tak ada
lagi suasana ramah itu – Aku ingin lagi, malam ini, menguntai waktu
melewati dini hari menuju pagi – duduk bersamamu – melupakan kelam
bersemak dalam kamar sempitku!
Kekasih,
rindu itu semakin memburu – Tak ada rasa yang dapat memisahkan kita –
dalam waktu, pikiran melangkah entah ke mana. Dalam pikiran engkau
melangkah ke jantung hati. Ya, aku semakin mendekat. Entah rinru ini
mengikat. Hatiku semakin melangkah kepadamu!
Lupakan bayang-bayang. Lupakan sebarang kisah. Lupakan kegelapan. Aku
ingin tetap bersamamu. Sungguh!
Kekasih,
tidak ada lagi kata-kata selain untukmu!
Kekasih,
hasrat benar membuka pintu. Ramah
aku selalu melangkah ke rumah. Salah
tidak ada lagi dinding
tidak ada lagi jendela tempat memandang. Semua menjadi waktu dan
tonggak merinding. Kaki tak pernah singgah ke suara tembang. Dan
berbaris menuju kata-kata. Dan tembok perlahan-lahan terkuak. Duka
mengayuh rindu untuk kembali
mencari. Tidak ada lagi rumah. Sepi
20070707
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar