Pada punggungmu tergambar daun-daun rontok,
sungai musim semi yang menangis
Begitu dekat, namun tidak tersentuh
Seperti kemarauku di sini, yang tidak terlewati
semimu
Mengalirlah lewat sungai-sungai mungil duniamu
Sentuhlah aku, seorang asing bagimu. Asin terkunyah
garam pada pantai yang pasirnya membakar telapak
Burung hantu akan mati, pilumu. Ketika kupinta
kau potong pohon elm dan berlayar
Telah ribuan kerlip perasaan kutiup setiap senja
Dan senja memungutinya di langit
penuh kehati-hatian ke dalam kantong untukmu
Namun kau malah berlari menangkap kupu-kupu
Kau mengikatku pada senja, yang diputar seperti film,
ketika punggungmu tersenyum
20070707
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar